Ya apa kabar temen,,, sekarang saya dapat tugas mengenai DNS. Na ini beberapa ilmu yang saya dapat dari tugas tersebut dari Dosen.
Ketika kita merequest suatu alamat, misalnya www.friendster.com dari host kita, maka host kita akan mengontak name server lokal untuk menanyakan dimanakah www.friendster.com berada. Name server kita akan mencari request tersebut di database lokal. Karena tidak ada, maka name server akan mengontak root DNS servernya, siapa yang memegang domain untuk .com. Beberapa daftar Top Level Domain (TLD) yang ada sekarang adalah: com, net, org, biz, info, name, museum, dan tv. Sedangkan Country Code Top Level Domain (ccTLD) adalah: us, uk, fr, es, de, it, jp, ie, dll. Root server akan memberitahu IP address dari server DNS dari www.friendster.com. Kemudian DNS server lokal akan mengontak server DNS yang mengelola www.friendster.com. Kemudian DNS server tersebut akan memberitahu IP address dari www.friendster.com. baru host kita merequest www.friendster.com dengan IP address tersebut.
Agus Nur Ikhsan
18.50
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Saya akan membagi Pengertian DNS, Cara Kerja DNS, Fungsi DNS, Keunggulan dan Kekurangan dari DNS tersebut.
Pengertian DNS :
Domain Name System (DNS) Adalah sebuah aplikasi service di internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address dan salah satu jenis system yang melayani permintaan pemetaan IP address ke FQPN (Fany Qualified Domain Name) dan dari FQDN ke IP address. DNS biasanya digunakan pada aplikasi yang berhubungan ke internet sererti Web Browser atau e-mail, Dimana DNS membantu memetakan host name sebuah computer ke IP address. Selain digunakan di internet DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau internet
Cara Kerja DNS :
Fungsi DNS :
a. Kerangka Peraturan pengiriman secara kontroversi menggunakan keuntungan jenis rekod DNS, dikenal sebagai rekod TXT.b. Menyediakan keluwesan untuk kegagalan computer,Beberapa server DNS memberikan perlindungan untuk setiap domain. Tepatnya,Tiga belas server akar (root server)digunakan oleh seluruh dunia.
Ke Unggulan DNS :
- DNS mudah untuk di implementasikan di protocol TCP/IP
- DNS server mudah untuk di konfigurasikan(Bagi admin)
- User tidak lagi di repotkan untuk mengingat IP address
Ke Kurangan DNS :
- DNS tidak mudah untuk di implementasikan
- Tidak konsisten
- Tidak bias membuat banyak nama domain.
Nah itu Teman yang bisa bagi kan....
Sejarah Wireless :
Pada akhir 1970-an IBM mengeluarkan hasil percobaan mereka dalam merancang WLAN dengan teknologi IR, perusahaan lain seperti Hewlett-Packard (HP) menguji WLAN dengan RF. Kedua perusahaan tersebut hanya mencapai data rate 100 Kbps. Baru pada tahun 1985, (FCC) menetapkan pita Industrial, Scientific and Medical (ISM band) yaitu 902-928 MHz, 2400-2483.5 MHz dan 5725-5850 MHz yang bersifat tidak terlisensi, sehingga pengembangan WLAN secara komersial memasuki tahapan serius.
Barulah pada tahun 1990 WLAN dapat dipasarkan dengan produk yang menggunakan teknik spread spectrum (SS) pada pita ISM, frekuensi terlisensi 18-19 GHz dan teknologi IR dengan data rate >1 Mbps.
Pada tahun 1997, sebuah lembaga independen bernama IEEE membuat spesifikasi/standar WLAN pertama yang diberi kode 802.11. Peralatan yang sesuai standar 802.11 dapat bekerja pada frekuensi 2,4GHz, dan kecepatan transfer data (throughput) teoritis maksimal 2Mbps.
Pada bulan Juli 1999, IEEE kembali mengeluarkan spesifikasi baru bernama 802.11b. Kecepatan transfer data teoritis maksimal yang dapat dicapai adalah 11 Mbps. Kecepatan tranfer data sebesar ini sebanding dengan Ethernet tradisional (IEEE 802.3 10Mbps atau 10Base-T).
Pada saat hampir bersamaan, IEEE membuat spesifikasi 802.11a yang menggunakan teknik berbeda. Frekuensi yang digunakan 5Ghz, dan mendukung kecepatan transfer data teoritis maksimal sampai 54Mbps.
Pada tahun 2002, IEEE membuat spesifikasi baru yang dapat menggabungkan kelebihan 802.11b dan 802.11a. Spesifikasi yang diberi kode 802.11g ini bekerja pada frekuensi 2,4Ghz dengan kecepatan transfer data teoritis maksimal 54Mbps.
Pada tahun 2006, 802.11n dikembangkan dengan menggabungkan teknologi 802.11b, 802.11g. Teknologi yang diusung dikenal dengan istilah MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan teknologi Wi-Fi terbaru. MIMO menawarkan peningkatan throughput, keunggulan reabilitas, dan peningkatan jumlah klien yg terkoneksi. Daya tembus MIMO terhadap penghalang lebih baik, selain itu jangkauannya lebih luas sehingga Anda dapat menempatkan laptop atau klien Wi-Fi sesuka hati. Access Point MIMO dapat menjangkau berbagai perlatan Wi-Fi yg ada disetiap sudut ruangan. MIMO mendukung kompatibilitas mundur dengan 802.11 a/b/g. Peralatan Wi-Fi MIMO dapat menghasilkan kecepatan transfer data sebesar 108Mbps.
Agus Nur Ikhsan
08.36
New Google SEO
Bandung, IndonesiaDikembangkan oleh US Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) untuk paket-paket yang dikirimkan melalui jaringan ARPANET. Digunakan sebagai protokol dalam jaringan internet.
- Application Layer
Melayani pemakai untuk mengirim dan menerima data. Contohnya HTTP, FTP, SMTP - Transport Layer
Melayani komunikasi antara dua host. Protokolnya adalah TCP(Transmission Control Protocol) dan UDP(user datagram Protocol). Protokol bertugas mengatur komunikasi antar kedua host dan melakukan pengecekan kesalahan. Data dibagi dalam paket, dikirim ke internet dengan menambahkan header yang mengandung alamat tujuan dan checksum (kontrol kesalahan, apakah ada paket yang hilang diperjalanan ) - Internet Akses
Menyediakan fungsi routing diantara jaringan yang kompleks. - 4. Network Layer
Bertanggung jawab dalam proses pengiriman ke alamat yang tepat. Protokolnya yaitu IP, ARP, ICMP - Physical Layer
Bertanggung jawab mengirim dan menerima data ke dan dari media fisik. Protokol ini harus mampu menerjemahkan sinyal listrik menjadi data digital yang dimengerti komputer yang berasal dari peralatan.
- Transmission system utilization : Berupaya agar fasilitas komunikasi yang terdiri dari berbagai perangkat menjadi efisien.
- Interfacing : Setiap perangkat komunikasi bersifat interface dengan sistem transmisi
- Signal generation : Pembangkit sinyal harus dibuat agar terjadi proses komunikasi. Bentuk dan Intensitas sinyal harus memadai untuk ditansmisikan dan diterjemahkan sebagai data.
- Synchronization : Sinkronisasi harus dilakukan antara pengirim dan penerima
- Exchange management : Bila sebuah data dipiundahkan selama beberapa waktu, kedua ujung harus bekerja sama. Misalnya telpon.
- Error detection and correction : Dalam perjalanan, kemungkinan terjadi error.
- Flow control : Supaya tidak terjadi kebanjiran data.
- Addressing : Ketika data dikirin, harus jelas tujuannya.
- Routing : Perlu diatur rute perjalanan data agar efisian dan diterima dengan cepat dan tidak terjadi kesalahan.
- Recovery : Diperlukan perbaikan jika terjadi kerusakan selama masih memungkinkan.
- Message formatting : Kesepakatan kode antara kedua belah pihak
- Security : Diperlukan pengamanan karena melalui media transmisi yang tidak aman.
- Network management : Komunikasi data sudah sangat kompleks.
- IP (Internet Protocol) Adressing adalah metode pengalamatan komputer atau host dalam jaringan komputer dengan menggunakan TCP/IP.
Alamat komputer dalam jaringan harus bersifat uniquely dan universaly. - Harus unik karena dalam sebuah jaringan tidak boleh ada alamat host yang sama. Bersifat universal supaya dapat dimengerti secara umum.
- IP tersusun atas 32 bit.
- Jadi ada 2 pangkat 32 kemungkinan alamat.
- Notasi pengalamatan
- Biner, berupa himpunan 8 bit biner.
Contohnya 11000000. 10101000. 00100010. 1100100 - Desimal bertitik, terdiri dari 4 blok, tiap blok mempunyai range 0-255. contohnya 192.168.34.110.
- Biner, berupa himpunan 8 bit biner.
- Pengalamatan Klas
Kelas dalam ip adressing dibagi menjadi 5 kelas.
Pembagian Kelas berdasar pada awal bit pertama, yaitu:- Kelas A : 0xxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
- Kelas B : 10xxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
- Kelas C : 110xxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
- Kelas D : 1110xxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
- Kelas E : 11110xx.xxxxxxxx.xxxxxxxx.xxxxxxxx
Jadi alamatnya dimulai dari :- Kelas A : 0.0.0.0 -127.255.255.255
- Kelas B : 128.0.0.0 – 191.255.255.255
- Kelas C : 192.0.0.0 – 223.2525.255.255
- Kelas D : 224.0.0.0 – 239.255.255.255
- Kelas E : 240.0.0.0 – 255.255.255.255
- Mask
Digunakan untuk mengetahui bagian awal alamat dalam blok, atau alamat jaringan.
Caranya dengan operasi binner.
Default mask untuk kelas A, B dan C adalah sbb:A 11111111.00000000.00000000.00000000 255.0.0.0 B 11111111.11111111.00000000.00000000 255.255.0.0 C 11111111.11111111.11111111.00000000 255.255.255.0
Contoh, untuk mencari alamat jaringan dari Alamat 192.168.34.100, maka binernya adalah 11000000. 10101000. 00100010. 1100100. Di lihat bit awal adalah 110 maka masuk klas C. Kerena masuk kelas C maka masknya adalah 11111111.11111111.11111111.00000000. Alamat jaringannya dapat diketahui dengan operasi AND:11000000.10101000.00100010.01100100 192.168.34.100 IP Address 11111111.11111111.11111111.00000000 255.255.255.0 Net Mask 11000000.10101000.00100010.00000000 192.168.34.0 Net ID
Metode Routing
Proses untuk menentukan rute yang akan dilewati oleh paket yang dikirimkan, memerlukan tabel rute yang akan ditampilkan pada router atau host.
Routing table adalah tabel yang menunjukan route untuk mencapai tujuan akhir.
Teknik untuk menentukan rute paket :
- next-hop routing
- network-specific routing
- host-specific routing
- default routing.
Next-hop routing
Tabel ruting hanya memiliki next-hop selanjutnya. Akibatnya rute secara keseluruhan menjadi semakin komplek.
Network-specific routing
Memperlakukan semua host yang terkoneksi ke jaringan yang sama sebagai satu kesatuan. Artinya hanya ada satu entri dalam tabel rute yang mengidentifikasikan jaringan miliknya.
Host-specific routing
Semua alamat host tujuan diberikan kedalam tabel routing. Tujuannya adalah untuk memaksa seluruh paket berjalan ke arah rute tertentu. Alasannya adalah masalah keamanan maupun pengaturan lalulintas kepadatan data.
Default routing :
Diset ketika banyak router yang berbeda. Contoh, jika tidak ada entri untuk alamat tujuan tertentu, maka di arahkan ke router defaultnya
Static routing table adalah tabel yang memuat informasi-informasi route yang dimasukkan secara manual.
Dynamic routing table, pemasukan informasinya dilakukan secara periodik dengan protokol routing dinamis, seperti RIP, OSPF, dan BGP
Hallo teman ini akan berbagi informasi ya cuman sedikit dan sekilas aja ya,,,,
Pasti sudah pada tau deh,, heehheeh,,,
IP Address (Internet Protocol) yaitu metode pengalamatan komputer atau host dalam suatu jaringan komputer dengan mengunakan TCP/IP.
Network Address yaitu suatu alamat jaringan yang mengidentifikasi jaringan untuk pemberhentian dalam internet tersebut.
Subnet Mask yaitu digunakan untuk mengetahui pembagian awal alamat dalam blok atau alamat dalam jaringan, caranya dengan operasi binner.
Default Gateway yaitu salah satu setting yang di butuhkan oleh komputer untuk berhubungan dengan komputer lain yang ada jaringannya.
DNS Server yaitu untuk memberikan nama domain pada suatu mesin atau server.
~IP V 4 di bagi dalam kelas untuk mempermudah pengelompokannya yaitu :
Kelas A : Untuk jaringan sekala besar (Backbone)
Kelas B : Untuk jaringan sekala menengah hingga sekala besar (ISP IP Public)
Kelas C : Untuk jaringan sekala kecil (internet)
Kelas D : Untuk jaringan broadcasting (Radio Internet / Tv Internet)
Kelas E : Untuk jaringan penelitian atau eksperimental
~IP V 6 di bagi dalam kelas untuk mempermudah pengelompokannya yaitu :
Kelas A : Untuk jaringan global
Kelas B : Untuk jaringan site-local
Kelas C : Untuk jaringan link-local
Kelas D : Untuk jaringan yang belum di tentukan
Kelas E : Untuk jaringan loopback
Kelas F : Untuk jaringan 6to4
Kelas G : Untuk jaringan ISATAP
Pembagian Kelas dalan Subnet Mask adalah
Kelas A : 255.0.0.0
Kelas B : 255.255.0.0
Kelas C : 255.255.255.0
Kelas D : 255.255.255.255
Pembagian kelas berdasarkan pada bit awal untuk IP V 4 yaitu
Kelas A : 1-126
Kelas B : 128-191
Kelas C : 192-223
Kelas D : 224-239
Kelas E : 240-255
Itu aja dulu ya,,, besok lanjutannya,,, Agus Nur Ikhsan 10.02 New Google SEO Bandung, Indonesia
Pasti sudah pada tau deh,, heehheeh,,,
IP Address (Internet Protocol) yaitu metode pengalamatan komputer atau host dalam suatu jaringan komputer dengan mengunakan TCP/IP.
Network Address yaitu suatu alamat jaringan yang mengidentifikasi jaringan untuk pemberhentian dalam internet tersebut.
Subnet Mask yaitu digunakan untuk mengetahui pembagian awal alamat dalam blok atau alamat dalam jaringan, caranya dengan operasi binner.
Default Gateway yaitu salah satu setting yang di butuhkan oleh komputer untuk berhubungan dengan komputer lain yang ada jaringannya.
DNS Server yaitu untuk memberikan nama domain pada suatu mesin atau server.
~IP V 4 di bagi dalam kelas untuk mempermudah pengelompokannya yaitu :
Kelas A : Untuk jaringan sekala besar (Backbone)
Kelas B : Untuk jaringan sekala menengah hingga sekala besar (ISP IP Public)
Kelas C : Untuk jaringan sekala kecil (internet)
Kelas D : Untuk jaringan broadcasting (Radio Internet / Tv Internet)
Kelas E : Untuk jaringan penelitian atau eksperimental
~IP V 6 di bagi dalam kelas untuk mempermudah pengelompokannya yaitu :
Kelas A : Untuk jaringan global
Kelas B : Untuk jaringan site-local
Kelas C : Untuk jaringan link-local
Kelas D : Untuk jaringan yang belum di tentukan
Kelas E : Untuk jaringan loopback
Kelas F : Untuk jaringan 6to4
Kelas G : Untuk jaringan ISATAP
Pembagian Kelas dalan Subnet Mask adalah
Kelas A : 255.0.0.0
Kelas B : 255.255.0.0
Kelas C : 255.255.255.0
Kelas D : 255.255.255.255
Pembagian kelas berdasarkan pada bit awal untuk IP V 4 yaitu
Kelas A : 1-126
Kelas B : 128-191
Kelas C : 192-223
Kelas D : 224-239
Kelas E : 240-255
Itu aja dulu ya,,, besok lanjutannya,,, Agus Nur Ikhsan 10.02 New Google SEO Bandung, Indonesia
