Nama : Agus Nur Ikhsan
NIM : 10018108
1. 1. Terjadinya Deadlock ketika banyak proses yang membagi sebuah resource yang hanya boleh dirubah oleh satu proses saja dalam satu waktu.
2. 2. Perbedaaan antara Race Condition dan Necessary conditions yaitu
· Race condition adalah situasi dimana terdapat beberapa proses mengakses dan memanipulasi data yang sama secara bersamaan. Nilai data bergantung dari proses mana yang selesai terakhir. Hal ini akan menyebabkan nilai data menjadi tidak benar, jika tidak terdapat mekanisme untuk mensinkronisasikan data tersebut kepada proses-proses yang menggunakannya. Sebagai contoh, perhatikanlah sebuah print spooler. Ketika sebuah proses ingin mencetak sebuah berkas, proses tersebut memasukkan nama berkas ke dalam sebuah spooler direktori.
· Necessary conditions adalah syarat-syarat perlu terjadinya deadlock yang Mutual Eksklusif (Mutual Exclusion): hanya ada satu proses yang boleh memakai sumber daya, dan proses lain yang ingin memakai sumber daya tersebut harus menunggu hingga sumber daya tadi dilepaskan atau tidak ada proses yang memakai sumber daya tersebut. Memegang dan menunggu (Hold and Wait): proses yang sedang memakai sumber daya boleh meminta sumber daya lagi maksudnya menunggu hingga benar-benar sumber daya yang diminta tidak dipakai oleh proses lain, hal ini bisa menyebabkan kelaparan sumber daya sebab bisa saja sebuah proses tidak mendapat sumber daya dalam waktu yang lama
3. 3. Instal Linux Penjelasannya
Saya pakai Linux Ubuntu Saibly 10.10
Cara Instalnya Pertama kita membutuhkan Sofware/ISO Linux yang akan kita mau install, kalau sudah dapat Sofware/ISO linux kita tinggal install saja. Dan Ini pada waktu memilih bahasa yang akan kita gunakan, setelah pilih lalu lanjut.
Ini Pada saat pengecekan dan pemberitahukan dari linux, mengenai info berapa besar tempat yang dii perlukan dan kita pakai daya listrik tinggi atau tidak lalau terhubung internet atau tidak. Kalau tidak terhubung internet akan berwarnah merah seperti di bawah ini.
Ini pada saat mau akan memasuki pembangian partisi, yang atas itu kita istal perdampingan dengan ISO yang sudah ada yaitu windows. Biasa kita partisi sendiri ya di bawah sendiri untuk membuat swap atau tempat linux itu akan di install. Pilih mana lalu lanjut. “ kalau q yang bawah”
Ini pada waktu mau memilih tempat intal linux, kalau sudah ada tempat untuk linux ya tinggal install saja. Seperti punya q sudah tu. Kalau belum kita buat.
Ini dia tampilan setelah selesai di install Linux Sabily 10.10
Pada instalan pertama itu Gnome 2 dan setelah di ubah ke Gnome 3 seperti itu. Bagus sekali intalannya.
sudo apt-get update
sudo apt-get install procinfo
Jika anda menggunakan CentOS, RHEL, Fedora, atau Redhat gunakan perintah berikut :
yum install procinfo
Setelah selesai terinstall, jalankan procinfo dengan mengetikkan
Procinfo
info lebih lengkap silahkan buka manual page dari procinfo dengan mengetikkan
man procinfo
Dan untuk melihat tanggal install
Sudo more /var/log/intstaller/syslog
hasilnya statistik seperti gambar berikut :
Apa itu Deadlock, Perbedaan Race dan Necessary Conditions
Posted by Agus Nur Ikhsan on Senin, 21 Mei 2012
Nama : Agus Nur Ikhsan
NIM : 10018108
Kelas : B
1. Konkurensi adalah proses-proses (lebih dari satu proses) yang terjadi pada saat bersamaan. Konkurensi merupakan landasan umum perancangan sistem operasi.
· Mutual Exclusion : Jaminan hanya satu proses yang mengakses sumber daya pada satu interval waktu tertentu. Sumber daya yang tidak dapat dipakai bersama pada saat yang bersamaan.
o Contohnya : Seringnya terjadi pada peralatan percetakan (printer).
· Deadlock : Keadaan dimana dua program memegang kontrol terhadap sumber daya yang dibutuhkan oleh program yang lain. Tidak ada yang dapat melanjutkan proses masing-masing sampai program yang lain memberikan sumber dayanya, tetapi tidak ada yang mengalah. Deadlock yang mungkin dapat terjadi pada suatu proses disebabkan proses itu menunggu suatu kejadian tertentu yang tidak akan pernah terjadi. Dua atau lebih proses dikatakan berada dalam kondisi deadlock bila setiap proses yang ada menunggu suatu kejadian yang hanya dapat dilakukan oleh proses lain dalam himpunan tersebut.
o Contohnya : dalam persimpangan jalan kasus ini setiap mobil bergerak sesuai denan nomor yang ditentukan, tetapi tanpa pengaturan yang benar, maka setiap mobil akan bertemu pada satu titik yang permanen atau dapat dikatakan bahwa setiap mobil tidak dapat melanjutkan perjalanan lagi atau dapat disebut juga terjadi deadlock.
· Startvation : kondisi yang biasanya terjadi setelah deadlock. Proses yang kekurangan resource karena terjadi deadlock tidak akan pernah mendapat resource yang dibutuhkan sehingga mengalami kelaparan.
o Contohnya : Suatu client yang sedang berinteraksi dengan sebuah server dalam waktu yang lama mengakibatkan server tersebut tidak dapat melayani client yang lain.
· Sinkronisasi : Proses pengaturan jalannya beberapa proses pada saat yang bersamaan. Berarti secara garis besar mungkin sinkronisasi adalah menyamakan sesuatu secara bersamaan.
o Contohnya : Sinkronisasi Pada Solaris
Pada solaris 2, sinkronisasi diimplementasikan dengan menggunakan beberapa kunci untuk mendukung sistem multitasking, multithreading (termasuk thread real time) dan multiprosessing. Solaris 2 menggunakan adaptive mutex untuk efisiensi system pada saat proteksi data dari kode segment yang pendek.selain itu juga menggunakan variabel kondisi dan kunci reader writer apabila kode segmen lebih panjang memerlukan akses ke data. Solaris 2 juga menggunakan turnstile untuk mengurutkan daftar thread yang menunggu memperoleh baik adaptive mutex atau konci reader writer.
Agus Nur Ikhsan
23.22
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Apa itu Konkurensi dan Masalahnya Ketika Terjadi Konkurensi
Posted by Agus Nur Ikhsan on Rabu, 09 Mei 2012
Criteria Penjadwalan
~ Waktu Tanggap / response time
Waktu tanggap dalam system interaktif didefinisikan sebagai waktu yang dihabiskan dari saat karakter terakhir dari perintah dimasukkan program atau transaksi sampai hasil pertama muncul di layer (terminal). Waktu tanggap ini disebut terminal response time.
Sasaran penjadwalan adalah meminimalkan waktu tanggap.
~ Turn Arround Time
Turn Arround Time adalah waktu yang dihabiskan dari saat program atau job mulai masuk ke system sampai proses diselesaikan system. Waktu yang dimaksud adalah waktu yang dihabiskan di dalam system, diekspresikan sebagai penjumlah waktu eksekusi (waktu pelayanan job) dan waktu menunggu, yaitu: Turn Arround Time = waktu eksekusi + waktu menunggu
~ Throughput
Throughput adalah jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit/interval waktu.
Sasaran penjadwalah adalah memaksimalkan jumlah job yang diproses per satu interval waktu. Lebih tinggi angka throughput, lebih banyak kerja yang dilakukan system.
Waktu tanggap dalam system interaktif didefinisikan sebagai waktu yang dihabiskan dari saat karakter terakhir dari perintah dimasukkan program atau transaksi sampai hasil pertama muncul di layer (terminal). Waktu tanggap ini disebut terminal response time.
Sasaran penjadwalan adalah meminimalkan waktu tanggap.
~ Turn Arround Time
Turn Arround Time adalah waktu yang dihabiskan dari saat program atau job mulai masuk ke system sampai proses diselesaikan system. Waktu yang dimaksud adalah waktu yang dihabiskan di dalam system, diekspresikan sebagai penjumlah waktu eksekusi (waktu pelayanan job) dan waktu menunggu, yaitu: Turn Arround Time = waktu eksekusi + waktu menunggu
~ Throughput
Throughput adalah jumlah kerja yang dapat diselesaikan dalam satu unit waktu. Cara untuk mengekspresikan throughput adalah dengan jumlah job pemakai yang dapat dieksekusi dalam satu unit/interval waktu.
Sasaran penjadwalah adalah memaksimalkan jumlah job yang diproses per satu interval waktu. Lebih tinggi angka throughput, lebih banyak kerja yang dilakukan system.
1. FCFS / FIFO
FCFS / FIFO adalah Algoritma ini merupakan algoritma penjadwalan yang paling sederhana yang digunakan CPU. Dengan menggunakan algoritma ini seiap proses yang berada pada status ready dimasukkan ke dalam antrian FIFO sesuai dengan waktu kedatangannya. Proses yang tiba terlebih dahulu yang akan dieksekusi terlebih dahulu. Misalnya ada tiga buah proses yang datang secara bersamaan yaitu pada 0 ms, P1 memilikiburst time 24 ms, P2 memiliki burst time 5 ms, P3 memiliki burst time 3 ms. Hitunglah wating time rata-rata dan turnaround time (burst time +waiting time) dari ketiga proses tersebut dengan menggunakan algoritma FCFS.
~ Kelebihan : algoritma yang paling sederhana, dengan skema proses yang meminta CPU mendapat prioritas.
~ Kelemahan: a. Waiting time rata-ratanya cukup lama.
b. Terjadinya convoy effect, yaitu proses-proses menunggu lama untuk menunggu satu proses besar yang sedang dieksekusi oleh CPU.
2. SJF (Shortest-Job First)
SJF (Shortest-Job First) adalah Algoritma ini mempunyai cara penjadwalan yang berbeda dengan FCFS. Dengan algoritma ini maka setiap proses yang ada di antrian ready akan dieksekusi berdasarkan burst time terkecil. Hal ini mengakibatkan waiting time yang pendek untuk setiap proses dan karena hal tersebut maka waiting time rata-ratanya juga menjadi pendek, sehingga dapat dikatakan bahwa algoritma ini adalah algoritma yang optimal.
~ Kelebihan : Paling optimal, karena algoritma ini memberikan minimum waiting time untuk kumpulan proses yang mengantri
~ kekurangan: • Kesulitan untuk memprediksi burst time proses yang akan dieksekusi selanjutnya .
• Proses yang mempunyai burst time yang besar akan memiliki waiting time yang besar pula karena yang dieksekusi terlebih dahulu adalah proses dengan burst time yang lebih kecil.
3. Priority
~ Kelemahan :
Dapat terjadinya indefinite blocking (starvation) yaitu suatu proses dengan prioritas yang rendah memiliki kemungkinan untuk tidak dieksekusi jika terdapat proses lain yang memiliki prioritas lebih tinggi darinya. Solusi dari permasalahan ini adalah aging, yaitu meningkatkan prioritas dari setiap proses yang menunggu dalam antrian secara bertahap.
4. RR (Round Robin)
~ Kelebihan: Tak ada proses yang diprioritaskan
~ Kelemahan: - Tergantung pada time quantum. Jika terlalu besar, algoritma ini akan sama sajadengan algoritma first come first served. Jika terlalu kecil, akan semakin banyakperalihan proses sehingga banyak waktu terbuang.
- Jika Time quantum yang ditentukan terlalu kecil, maka sebagian besar prosestidak akan selesai dalam 1 quantum
5. Multilevel Queue
Ide dasar dari algoritma ini adalah berdasarkan pada sistem prioritas proses. Prinsipnya adalah, jika setiap proses dapat dikelompokkan berdasarkan prioritasnya. Dari gambar tersebut terlihat bahwa akan terjadi pengelompokan-pengelompokan proses-proses berdasarkan prioritasnya. Kemudian muncul gagasan untuk menganggap kelompok-kelompok tersebut sebagai sebuah antrian-antrian kecil yang merupakan bagian dari antrian keseluruhan proses, yang sering disebut dengan algoritma multilevel queue.
Dalam hal ini dapat dilihat bahwa seolah-olah algoritma dengan prioritas yang dasar adalah algoritma multilevel queue dimana setiap antrian akan berjalan dengan algoritma FCFS dan dapat diketahui bahwa algoritma FCFS memiliki banyak kelemahan, oleh karena itu dalam prakteknya, algoritma multilevel queue memungkinkan adanya penerapan algoritma internal dalam masing-masing sub-antriannya untuk meningkatkan kinerjanya, dimana setiap sub-antrian bisa memiliki algoritma internal yang berbeda Berawal dari priority scheduling, algoritma ini pun memiliki kelemahan yang sama dengan priority scheduling, yaitu sangat mungkin bahwa suatu proses pada queue dengan prioritas rendah bisa saja tidak mendapat jatah CPU. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu caranya adalah dengan memodifikasi algoritma ini dengan adanya jatah waktu maksimal untuk tiap antrian, sehingga jika suatu antrian memakan terlalu banyak waktu, maka prosesnya akan dihentikan dan digantikan oleh antrian dibawahnya.
6. Multilevel feedback Queue
Algoritma ini mirip sekali dengan algoritma Multilevel Queue. Perbedaannya ialah algoritma ini mengizinkan proses untuk pindah antrian. Jika suatu proses menyita CPU terlalu lama, maka proses itu akan dipindahkan ke antrian yang lebih rendah. Ini menguntungkan proses interaksi, karena proses ini hanya memakai waktu CPU yang sedikit. Demikian pula dengan proses yang menunggu terlalu lama. Proses ini akan dinaikkan tingkatannya. Biasanya prioritas tertinggi diberikan kepada proses dengan CPU burst terkecil, dengan begitu CPU akan dimanfaatkan penuh dan I/O dapat terus sibuk. Semakin rendah tingkatannya, panjang CPU burst proses juga semakin besar.
Algoritma ini didefinisikan melalui beberapa parameter, antara lain:
• Jumlah antrian
• Algoritma penjadwalan tiap antrian
• Kapan menaikkan proses ke antrian yang lebih tinggi
• Kapan menurunkan proses ke antrian yang lebih rendah
• Antrian mana yang akan dimasuki proses yang membutuhkan
• Jumlah antrian
• Algoritma penjadwalan tiap antrian
• Kapan menaikkan proses ke antrian yang lebih tinggi
• Kapan menurunkan proses ke antrian yang lebih rendah
• Antrian mana yang akan dimasuki proses yang membutuhkan
algoritma ini dapat digunakan secara fleksibel dan diterapkan sesuai dengan kebutuhan sistem. Pada masa sekarang ini algoritma multilevel feedback queue adalah salah satu yang paling banyak digunakan.
Agus Nur Ikhsan 20.00 New Google SEO Bandung, Indonesia
1. Perbedaan, Kelebihan dan kekurangan First Fit, Best Fit, Next Fit, dan Wors Fit
Ø Perbedaan:
- First Fit: Pencarian partisi kosong (free/hole) dilakukan dari awal tabel dan bila ditemukan partisi (yang pertama kali) yang bisa menampung job maka akan dipakai.
- Best Fit: Pencarian partisi kosong dari awal sampai dengan akhir table. Partisi kosong yang menghasilkan sisa paling kecil akan dipakai.
- Next Fit: Pencarian partisi kosong (free/hole) dilakukan dari entry tabel yang sedang ditunjuk (posisi pointer) sampai dengan ditemukan partisi yang bisa menampung job maka akan dipakai. Bila sampai dengan akhir tabel tidak ditemukan partisi kosong, maka akan dilanjutkan ke awal tabel sampai ke posisi akhir pointer kembali.
- Wors Fit: Strategi ini dapat dilakukan pada pencatatan memori dengan bit-map maupun senarai berkait. Selalu mencari lubang besar yang tersedia sehingga lubang dapat dipecah menjadi cukup besar, agar berguna untuk proses-proses berikutnya. Simulasi menunjukkan worst-fit algorithm bukan gagasan yang bagus.
Ø Kelebihan dan Kekurangan menggunakan First Fit, Best Fit, Next Fit, dan Wors Fit :
Memilih yang terbaik diantara keempat metode diatas adalah sepenuhnya tergantung kepada user , karena setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Menggunakan best fit dan worst fit berarti kita harus selalu memulai pencarian hole dari awal, kecuali apabila hole-holesudah disusun berdasarkan ukuran. Metode worst fit akan menghasilkan sisa hole yang tersbesar, sementara metode best fit akan menghasilkan sisa hole yang terkecil. Sedangkan Best fit sangat lambat dibanding first fit karena selalu menscan seluruhnya setiap kali di panggil. Best fit ternyata juga menghasilkan memori tersedia lebih banyak di banding first fit atau next fit karena first fit dan next fit selalu mengisi lubang kecil yang tak di gunakan.
\
cara kerja proses swaping pada system operasi windows dan linux adalah sebagai berikut
Kemudian, pada saat data yang tersimpan di swapfile diperlukan, data tersebut ditukar (swap) dengan data yang paling terakhir dipakai di dalam memory (ram). Hal ini mengakibatkan swapfile bersifat seperti ram, walaupun program tidak dapat secara langsung dijalankan dari swapfile. Satu hal yang perlu dicatat bahwa karena operating system tidak dapat secara langsung menjalankan program dari swapfile, beberapa program mungkin tidak akan berjalan walau dengan swapfile yang besar jika kita hanya memiliki ram yang kecil.
Sebuah contoh untuk menggambarkan teknik swappingini adalah sebagai berikut: Algoritma Round-Robinyang digunakan pada multiprogramming environmentmenggunakan waktu kuantum (satuan waktu CPU) dalam pengeksekusian proses-prosesnya. Ketika waktu kuantum berakhir, memory manager akan mengeluarkan (swap out) proses yang telah selesai menjalani waktu kuantumnya pada suatu saat serta memasukkan (swap in) proses lain ke dalam memori yang telah bebas tersebut. Pada saat yang bersamaan penjadwal CPU akan mengalokasikan waktu untuk proses lain dalam memori. Hal yang menjadi perhatian adalah, waktu kuantum harus cukup lama sehingga waktu penggunaan CPU dapat lebih optimal jika dibandingkan dengan proses penukaran yang terjadi antara memori dan disk.
Kemudian, pada saat data yang tersimpan di swapfile diperlukan, data tersebut ditukar (swap) dengan data yang paling terakhir dipakai di dalam memory (ram). Hal ini mengakibatkan swapfile bersifat seperti ram, walaupun program tidak dapat secara langsung dijalankan dari swapfile. Satu hal yang perlu dicatat bahwa karena operating system tidak dapat secara langsung menjalankan program dari swapfile, beberapa program mungkin tidak akan berjalan walau dengan swapfile yang besar jika kita hanya memiliki ram yang kecil.
Sebuah contoh untuk menggambarkan teknik swappingini adalah sebagai berikut: Algoritma Round-Robinyang digunakan pada multiprogramming environmentmenggunakan waktu kuantum (satuan waktu CPU) dalam pengeksekusian proses-prosesnya. Ketika waktu kuantum berakhir, memory manager akan mengeluarkan (swap out) proses yang telah selesai menjalani waktu kuantumnya pada suatu saat serta memasukkan (swap in) proses lain ke dalam memori yang telah bebas tersebut. Pada saat yang bersamaan penjadwal CPU akan mengalokasikan waktu untuk proses lain dalam memori. Hal yang menjadi perhatian adalah, waktu kuantum harus cukup lama sehingga waktu penggunaan CPU dapat lebih optimal jika dibandingkan dengan proses penukaran yang terjadi antara memori dan disk.
Agus Nur Ikhsan 11.02 New Google SEO Bandung, Indonesia







