Di bawah program java yang sederhana kan???
selamat mencoba...:)
import jeliot.io.*;
public class luas_lingkaran {
public static void main() {
double pi,r,luas;
r=6;//jari2
pi=3.14;//pi
luas=pi*r*r;//rumus luas lingkaran
System.out.println("luas lingkaran berjari"+r+"adalah"+luas);
}
} Agus Nur Ikhsan 18.21 New Google SEO Bandung, Indonesia
selamat mencoba...:)
import jeliot.io.*;
public class luas_lingkaran {
public static void main() {
double pi,r,luas;
r=6;//jari2
pi=3.14;//pi
luas=pi*r*r;//rumus luas lingkaran
System.out.println("luas lingkaran berjari"+r+"adalah"+luas);
}
} Agus Nur Ikhsan 18.21 New Google SEO Bandung, Indonesia
Program hitung luas lingkaran (java) dengan Jeliot 3
Posted by Agus Nur Ikhsan on Kamis, 10 November 2011
JavaScript pertama kali diperkenalkan oleh Netscape pada tahun 1995. Pada awalnya bahasa yang sekarang disebut JavaScript ini dulunya dinamai “LiveScript”” yang berfungsi sebagai bahasa sederhana untuk browser Netscape Navigator 2 yang sangat populer pada saat itu. Kemudian sejalan dengan sedang giatnya kerjasama antara Netscape dan Sun (pengembang bahasa pemrograman “Java”) pada masa itu, maka Netscape memberikan nama “JavaScript” kepada bahasa tersebut pada tanggal 4 desember 1995.
Pada saat yang bersamaan Microsoft sendiri mencoba untuk mengadaptasikan teknologi ini yang mereka sebut sebagai “Jscript” di browser milik mereka yaitu Internet Explorer 3. JavaScript sendiri merupakan modifikasi dari bahasa pemrograman C++ dengan pola penulisan yang lebih sederhana dari bahasa pemrograman C++.
Pengertian JavaScript
JavaScript adalah bahasa pemrograman berbasis prototipe yang berjalan disisi klien. Jika kita berbicara dalam konteks web, sederhananya, kita dapat memahami JavaScript sebagai bahasa pemrograman yang berjalan khusus untuk di browser atau halaman web agar halaman web menjadi lebih hidup. Kalau dilihat dari suku katanya terdiri dari dua suku kata, yaitu Java dan Script. Java adalah Bahasa pemrograman berorientasi objek, sedangkan Script adalah serangkaian instruksi program.
JavaScript adalah bahasa pemrograman berbasis prototipe yang berjalan disisi klien. Jika kita berbicara dalam konteks web, sederhananya, kita dapat memahami JavaScript sebagai bahasa pemrograman yang berjalan khusus untuk di browser atau halaman web agar halaman web menjadi lebih hidup. Kalau dilihat dari suku katanya terdiri dari dua suku kata, yaitu Java dan Script. Java adalah Bahasa pemrograman berorientasi objek, sedangkan Script adalah serangkaian instruksi program.
Secara fungsional, JavaScript digunakan untuk menyediakan akses script pada objek yang dibenamkan ( embedded ). Contoh sederhana dari penggunaan JavaScript adalah membuka halaman pop up, fungsi validasi pada form sebelum data dikirimkan ke server, merubah image kursor ketika melewati objek tertentu, dan lain lain.
Yang Harus Diperhatikan Dalam Penulisan JavaScriptYang harus diperhatikan dalam pengelolaan pemrograman JavaScript, diantaranya JavaScript adalah “case sensitive”, yang artinya JavaScript membedakan huruf besar dan huruf kecil. Jika Anda pernah belajar bahasa pemrograman seperti Turbo C atau C++, maka sama seperti bahasa pemrograman tersebut, dimana huruf T tidak sama dengan huruf t.
Dalam bahasa pemrograman JavaScript juga, sebagai contoh fungsi perintah var tidak boleh ditulis Var dan juga tidak boleh ditulis VAR (huruf besar semua), yang benar adalah var (huruf kecil semua). Perintah lain adalah new Date tidak boleh ditulis new date (huruf kecil semua), dsb.
Kelebihan JavaScript
JavaScript bekerja pada sisi browser. maksudnya begini : untuk menampilkan halaman web, user menuliskan alamat web di address bar url. setelah itu, browser “mengambil” file html ( dengan file jJvaScript yang melekat padanya jika memang ada ) ke server yang beralamat di URL yang diketikan oleh user. Selesai file diambil, file ditampilkan pada browser. Nah, setelah file JavaScript berada pada browser, barulah script JavaScript tersebut bekerja.
JavaScript bekerja pada sisi browser. maksudnya begini : untuk menampilkan halaman web, user menuliskan alamat web di address bar url. setelah itu, browser “mengambil” file html ( dengan file jJvaScript yang melekat padanya jika memang ada ) ke server yang beralamat di URL yang diketikan oleh user. Selesai file diambil, file ditampilkan pada browser. Nah, setelah file JavaScript berada pada browser, barulah script JavaScript tersebut bekerja.
Efek dari Javascript yang bekerja pada sisi browser ini, Javascript dapat merespon perintah user dengan cepat, dan membuat halaman web menjadi lebih responsif. JavaScript melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh HTML, PHP, dan CSS : menangani hal – hal yang membutuhkan respons cepat terhadap aksi dari user.
Contoh : fungsi validasi pada form. ketika anda mengisi sebuah form yang divalidasi menggunakan JavaScript, anda mengetikkan data lalu mengetik submit, sebelum data dikirimkan ke server, data akan “dicek” terlebih dahulu pada browser menggunakan fungsi JavaScript yang ada pada halaman web. sehingga, jika memang data yang anda isikan tidak valid, daripada membuang – buang waktu dengan mengirimkan data ke server baru di validasi di server dan lalu server mengirimkan respons balik mengenai ketidak validan input data anda, lebih baik cek validasi data form dilakukan secara lokal di browser menggunakan fungsi JavaScript.
Lebih Cepat dan Lebih Hemat
Implementasi terpopuler saat ini dari pemrograman JavaScript adalah teknik AJAX. (Asynchronous JavaScript and XMLHTTP ). teknik ini sering digunakan oleh aplikasi berbasis web seperti Gmail, Google Reader, dan lain lain. Teknik yang membuat pertukaran data antara server dan browser terjadi di belakang layar sehingga interaksi antara user dan aplikasi web semakin responsif. Post tersendiri untuk membahas hal ini akan kita siapkan.
Implementasi terpopuler saat ini dari pemrograman JavaScript adalah teknik AJAX. (Asynchronous JavaScript and XMLHTTP ). teknik ini sering digunakan oleh aplikasi berbasis web seperti Gmail, Google Reader, dan lain lain. Teknik yang membuat pertukaran data antara server dan browser terjadi di belakang layar sehingga interaksi antara user dan aplikasi web semakin responsif. Post tersendiri untuk membahas hal ini akan kita siapkan.
import jeliot.io.*;
public class ngitung {
private float balok(int p,int l,int t){
return (2*p*l)+(2*p*t)+(2*l*t);
}
public float kubus(int s){
return s*s*s;
}
public static void main() {
ngitung a = new ngitung();
int p,l,t,s;
System.out.print("Masukkan panjang : ");
//r = SimulateCin.readToWhiteSpace(true);
p=Input.readInt();
System.out.print("Masukkan lebar :");
l=Input.readInt();
System.out.print("Masukkan tinggi :");
t=Input.readInt();
System.out.print("Luas balok adalah : ");
System.out.print(a.balok(p,l,t));
System.out.print("\n");
System.out.print("Masukkan sisi :");
s=Input.readInt();
System.out.print("Volume kubus adalah : ");
System.out.print(a.kubus(s));
System.out.print("\n");
}
}
untuk penjelasannya:
· Program di atas menggunakan class yang bernama ngitung dan di dalamnya terdapat function
· Function balok yang memiliki elemen(anggota) p,l,t yang semuanya bertipe int dan kubus yang anggotanya s dan bertipe int,dan masing-masing memiliki nilai balik yang merupakan rumus untuk menghitung volume kubus dan luas balok.
· Class ngitung diatas disubtitusikan dengan a pada waktu pemanggilan functionnya
· Pada fungsi main dideklarasikan terlebih dahulu variabel yang akan digunakan beserta dengan tipe datanya
· pada class di atas diberikan operator untuk memasukkan datanya yaitu p,l,t,dan s.
Agus Nur Ikhsan
18.31
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Ini adalah program vektor dengan jeliot java....
Yaitu vektor menentukan Hasil penjumlahan 2 Vektor
Hasil perkalian skalar dengan Vektor
Ini dia Programnya:
import jeliot.io.*;
public class Vektor {
int []elemen= new int [100];
int banyak;
public void beri_nilaiBanyak(){
banyak=3;
for(int i=0; i<banyak; i++)
elemen[i]=0;
}
public void masukan (Vektor A, Vektor B){
System.out.print("\n Banyak elemen : ");
banyak=Input.readInt();
System.out.print("Masukkan data vektor\n ");
for(int i=0; i<A.banyak; i++){
System.out.print("Data[");
System.out.print(i+1);
System.out.print("]:");
A.elemen[i]=Input.readInt();
}
System.out.print("\n \n");
for(int i=0; i<A.banyak; i++){
System.out.print("s[");
System.out.print(i+1);
System.out.print("]=");
System.out.print(A.elemen[i]);
System.out.print("\n");
}
return banyak;
}
public void penjumlahan_vektor(Vektor A, Vektor B){
if(A.banyak>B.banyak)
banyak=A.banyak;
else
banyak=B.banyak;
for(int i=0; i<banyak; i++)
elemen[i]=A.elemen[i]+B.elemen[i];
}
public void perkalian_vektor(float k, Vektor A){
banyak=A.banyak;
for(int i=0; i<banyak; i++)
elemen[i]+=k*A.elemen[i];
}
public static void main() {
Vektor X = new Vektor();
Vektor Y = new Vektor();
Vektor Z = new Vektor();
Z.beri_nilaiBanyak();
Z.masukan(X,Y);
Z.penjumlahan_vektor(X,Y);
System.out.print("\n Hasil penjumlahan 2 Vektor \n" + Z);
Z.perkalian_vektor(3,X);
System.out.print("\n Hasil perkalian skalar dengan Vektor \n" + Z);
}
}
Agus Nur Ikhsan
21.31
New Google SEO
Bandung, Indonesia
Yaitu vektor menentukan Hasil penjumlahan 2 Vektor
Hasil perkalian skalar dengan Vektor
Ini dia Programnya:
import jeliot.io.*;
public class Vektor {
int []elemen= new int [100];
int banyak;
public void beri_nilaiBanyak(){
banyak=3;
for(int i=0; i<banyak; i++)
elemen[i]=0;
}
public void masukan (Vektor A, Vektor B){
System.out.print("\n Banyak elemen : ");
banyak=Input.readInt();
System.out.print("Masukkan data vektor\n ");
for(int i=0; i<A.banyak; i++){
System.out.print("Data[");
System.out.print(i+1);
System.out.print("]:");
A.elemen[i]=Input.readInt();
}
System.out.print("\n \n");
for(int i=0; i<A.banyak; i++){
System.out.print("s[");
System.out.print(i+1);
System.out.print("]=");
System.out.print(A.elemen[i]);
System.out.print("\n");
}
return banyak;
}
public void penjumlahan_vektor(Vektor A, Vektor B){
if(A.banyak>B.banyak)
banyak=A.banyak;
else
banyak=B.banyak;
for(int i=0; i<banyak; i++)
elemen[i]=A.elemen[i]+B.elemen[i];
}
public void perkalian_vektor(float k, Vektor A){
banyak=A.banyak;
for(int i=0; i<banyak; i++)
elemen[i]+=k*A.elemen[i];
}
public static void main() {
Vektor X = new Vektor();
Vektor Y = new Vektor();
Vektor Z = new Vektor();
Z.beri_nilaiBanyak();
Z.masukan(X,Y);
Z.penjumlahan_vektor(X,Y);
System.out.print("\n Hasil penjumlahan 2 Vektor \n" + Z);
Z.perkalian_vektor(3,X);
System.out.print("\n Hasil perkalian skalar dengan Vektor \n" + Z);
}
}
Dan ini juga gambaran ranning nya,,,,,
Itu yang q dapat dari kuliah saya.....
Ini adalah program Java Jeliot Deret Rekusif & Iteraktif Ya hanya sederhana Pertama kali buat ya yang penting jalan....
import jeliot.io.*;
public class Post_test_Praktikum_5 {
public static double deret_iter(int n) {
double jumlah = 0.0;
for (int i=1; i<=n; i++) {
if (i%2 == 0)
jumlah -= 1.0/ i;
else
jumlah += 1.0/ i;
}
return jumlah;
}
public static double deret_rekursif(int n) {
if (n == 1) return 1;
else if (n%2 ==0) return -1.0/n + deret_rekursif(n-1);
else return 1.0/n + deret_rekursif(n-1);
}
public static void main() {
System.out.println("Jumlah iteratif : " + deret_iter(5));
System.out.println("Jumlah rekursif : " + deret_rekursif(5));
}
}
Na seperti itu lah program yang saya kerjakan pada waktu pratikum/
Dan yang ini adalah hasil Running nya,,,,,
import jeliot.io.*;
public class Post_test_Praktikum_5 {
public static double deret_iter(int n) {
double jumlah = 0.0;
for (int i=1; i<=n; i++) {
if (i%2 == 0)
jumlah -= 1.0/ i;
else
jumlah += 1.0/ i;
}
return jumlah;
}
public static double deret_rekursif(int n) {
if (n == 1) return 1;
else if (n%2 ==0) return -1.0/n + deret_rekursif(n-1);
else return 1.0/n + deret_rekursif(n-1);
}
public static void main() {
System.out.println("Jumlah iteratif : " + deret_iter(5));
System.out.println("Jumlah rekursif : " + deret_rekursif(5));
}
}
Na seperti itu lah program yang saya kerjakan pada waktu pratikum/
Dan yang ini adalah hasil Running nya,,,,,
Na.. itu lah hasilnya,,,
Agus Nur Ikhsan
16.01
New Google SEO
Bandung, Indonesia




